Dalam industri kelapa sawit, produktivitas dan kesehatan tanaman sangat dipengaruhi oleh kualitas pupuk yang digunakan. Tanaman kelapa sawit rentan mengalami kekurangan nutrisi karena rendahnya penyerapan unsur hara akibat kondisi lingkungan lahan perkebunan. Pemupukan yang tidak tepat dapat merusak struktur tanah, menurunkan hasil panen, bahkan mencemari lingkungan.

PT Bio Konversi Indonesia menghadirkan solusi inovatif melalui dua produk unggulan: Pupuk Hayati Organik Cair Biokonversi dan Pupuk Hayati Organik Padat Biogranul. Kedua produk ini telah terbukti efektif dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan.

 

1. Pupuk Hayati Organik Cair Biokonversi: Mendorong Pertumbuhan Akar dan Tandan Buah

Pupuk ini dihasilkan melalui proses biokonversi limbah organik dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF). Hasilnya adalah pupuk hayati organik cair yang mengandung hormon pertumbuhan, mikroba hayati, serta unsur hara mikro dan makro yang dibutuhkan tanaman sawit.

Kandungan utama:

  • Mikroorganisme hayati
  • Zat pengatur tumbuh (ZPT)
  • Unsur hara makro dan mikro esensial

Manfaat bagi tanaman kelapa sawit:

  • Mempercepat pertumbuhan akar dan tunas muda
  • Meningkatkan jumlah dan bobot tandan buah segar (TBS)
  • Meningkatkan ketahanan terhadap penyakit seperti Ganoderma dan hama ulat api
  • Mengoptimalkan penyerapan nutrisi, terutama di lahan marginal atau pasca replanting

 

2. Pupuk Hayati Organik Padat Biogranul: Menjaga Kesuburan Tanah dalam Jangka Panjang

Biogranul adalah pupuk hayati organik padat berbentuk granul, ideal diaplikasikan di area perakaran kelapa sawit. Selain menyediakan nutrisi, produk ini berfungsi memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas biologi tanah.

Kandungan utama:

  • Mikroorganisme tanah aktif
  • Zat pengatur tumbuh
  • Unsur hara makro dan mikro

Manfaat bagi tanaman kelapa sawit:

  • Memperbaiki struktur tanah yang padat dan menjaga kelembapan
  • Meningkatkan populasi mikroorganisme tanah yang mendukung pertumbuhan akar
  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia
  • Memberikan pelepasan nutrisi secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman

 

3. Keunggulan Produk dari PT Bio Konversi Indonesia

  • Organik dan Aman: Bersertifikasi organik dari LeSOS dan Control Union Belanda
  • Berbasis Ekonomi Sirkular: Mengolah limbah organik dan mengurangi jejak karbon
  • Produksi Berskala Besar: Kapasitas produksi tinggi, dapat memenuhi kebutuhan perkebunan kecil hingga besar
  • Terbukti di Lapangan: Digunakan oleh petani kelapa sawit di berbagai daerah dan menunjukkan hasil positif, terutama dalam peningkatan TBS dan kesehatan tanaman

Produk ini juga mengandung bakteri unggulan yang mampu menghasilkan enzim, hormon tanaman, dan antibiotik alami yang memperkuat pertumbuhan dan produktivitas tanaman sawit. Penggunaan rutin pupuk hayati organik cair dan padat ini juga meningkatkan efektivitas pupuk lain yang digunakan.

 

4. Panduan Pemupukan Kelapa Sawit dengan Produk Biokonversi

Berikut panduan pemupukan menggunakan pupuk biokonversi untuk lahan sawit seluas 1 hektar (±140 pohon):

A. Pre-Nursery (0–3 bulan) dan Main Nursery (3–12 bulan):

  • Biogranul: 5 gram/pohon, dicampur merata pada media tanam
  • Pupuk cair:
    • Pre-nursery: 100 ml/140 tanaman (larutkan dalam 10 liter air)
    • Main nursery: 200 ml/140 tanaman (larutkan dalam 10 liter air)

B. Saat Penanaman:

  • Biogranul: 1 kg/lubang tanam
  • Pupuk cair: 20 ml/lubang tanam, larutkan dalam 1–2 liter air

C. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM, usia <4>

  • Biogranul : 500 gram biogranul/tanaman pada awal dan akhir musim hujan (2 kali aplikasi per tahun)
  • Biokonversi : 20 ml pupuk cair/tanaman, larutkan dalam 1–2 liter air, pada awal dan akhir musim hujan (2 kali aplikasi per tahun)
  • Metode pemupukan ini dapat dikombinasikan dengan penggunaan pupuk lainnya, namun perlu tenggang waktu 3-7 hari diantara pupuk kimia dan pupuk biokonversi/biogranul

D. Tanaman Menghasilkan (TM, usia >4 tahun):

  • Biogranul : 750 gram biogranul/tanaman pada awal dan akhir musim hujan (2 kali aplikasi per tahun)
  • Biokonversi : 40 ml pupuk cair/tanaman, larutkan dalam 1–2 liter air, pada awal dan akhir musim hujan (2 kali aplikasi per tahun)
  • Metode pemupukan ini dapat dikombinasikan dengan penggunaan pupuk lainnya, namun perlu tenggang waktu 3-7 hari diantara pupuk kimia dan pupuk biokonversi/biogranul

Fungsi Kandungan Pupuk:

  • Jangka Pendek: Unsur hara dan ZPT langsung memberi nutrisi ke tanaman
  • Jangka Panjang: Agen hayati (bakteri, fungi, mikroorganisme) aktif memperbaiki tanah dan menyediakan nutrisi berkelanjutan

 

“Dengan biokonversi, akar tumbuh lebih baik, daun berkembang, penyerapan hara meningkat, dan regenerasi sel tanah terjadi lebih efektif.”

 

5. Komitmen terhadap Lingkungan dan Produktivitas

Sebagai perusahaan berbasis teknologi hijau, PT Bio Konversi Indonesia berkomitmen mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan. Pupuk Biokonversi dan Biogranul tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan kelestarian lingkungan.

Dengan mengadopsi pupuk hayati organik berbasis biokonversi, pelaku industri kelapa sawit dapat memperoleh hasil optimal tanpa mengorbankan lingkungan. Inilah langkah nyata menuju perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Location
Factory :

Jl. Pemda, Bantar Gebang,
Bekasi - 17152,
T. +62 21 8262 2854

Business Office :

Jl. Salak No. 38, Setiabudi,
Jakarta Selatan - 12980
T. +62 21 2290 7112
WA. +62 813-1211-2167

Email official@biokonversi.com

Ikuti social media kami :

Official Store kami :

Legalitas Footer
Chat via WhatsApp